Tubannews.id – Setelah digemparkan dengan adanya teror darah yang berceceran di jalan kampung dan juga rumah-rumah, warga Dusun Juwiri, Desa Tuwiri Wetan, Kecmatan Merakurak, Kabupaten Tuban telah menggelar acara ritual.
Warga satu dusun di desa tersebut menggelar acara ritual Barikan atau syukuran dengan nasi tumpeng di jalan kampung. Warga berharap dengan menggelar syukuran dan doa bersama bisa terhindar dari marabahaya, Jumat (26/7/2024).
Dari informasi yang dihimpun Tubannews.id, ratusan warga Dusun Juwiri, Desa Tuwiri Wetan tersebut menggelar syukuran di jalan kampung. Kegiatan itu dilakukan pada hari Rabu (24/7/2024) malam setelah dusun tersebut diteror darah segar berceceran selama dua hari.
“Sebagai tolak balak, warga menggelar Barikan (syukuran) habis isyak di sepanjang jalan kampung,” ujar Mochtar (55), salah satu tokoh warga Dusun Juwiri, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban.
Mochtar menjelaskan jika fenomena adanya teror darah yang berceceran di jalan kampung serta teras rumah warga baru pertama kali ini terjadi. Ia menilai jika darah tersebut bukan merupakan dari darah manusia, karena baunya lebih amis.
“Selama ini baru pertama kali ada seperti ini. Kalau saya melihat ini bukan darah manusia,” tambahnya.
Dengan adanya darah segar yang berceceran di jalan kampung itu juga membaut warga waspada dengan melakukan ronda malam. Warga bergantian berjaga keliling kampung untuk memastikan darah tersebut tidak muncul lagi.
Sementara itu, dari isu yang berkembang bahwa darah yang berceceran di satu dusun itu merupakan darah mahluk halus. Hal tersebut dikaitkan dengan adanya pohon Mahoni besar yang baru saja ditebang beberapa hari lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Juwiri, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak Tuban digemparkan dengan darah yang tercecer di jalan dan juga rumah warga. Warga sempat panik dan merasa takut dengan adanya teror darah misterius yang sangat banyak itu.(Ar)









