PKB Tuban Gelar Tasyakuran atas Penganugerahan 3 Pahlawan dari Jatim

Tim Redaksi

13/11/2025

3
Min Read
Syukuran PKB Tuban
Kegiatan Tasyakuran yang berlangsung di kantor PKB Tuban atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh asal Jawa Timur.

On This Post

Tubannews.id – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Tuban menggelar tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh asal Jawa Timur, di kantornya pada Rabu (12/11/2025) malam.

Ketiga tokoh adalah Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, lalu ulama sekaligus tokoh penting dalam penyebaran Islam di Nusantara yakni Syaikhona Muhammad Kholil dari Bangkalan, dan tokoh buruh perempuan Marsinah.

Tasyakuran ini dihadiri jajaran pengurus DPC PKB dan PCNU Tuban beserta jajaran badan otonom. Acara berlangsung khidmat diiringi dengan tahlil, pembacaan sholawat dan doa bersama.

Ketua DPC PKB Tuban H. Miyadi, S.Ag., M.M., dalam sambutannya menyebut bahwa ketiga tokoh tersebut merupakan sosok panutan yang mengajarkan arti keberanian, keikhlasan, dan perjuangan tanpa pamrih.

“Syaikhona Muhammad Kholil adalah mahaguru NU, hampir semua masyayikh NU adalah murid beliau. Gus Dur adalah pendiri PKB dan tokoh di NU, sedangkan Marsinah adalah pejuang buruh yang tak kenal takut dalam memperjuangkan keadilan,” ujarnya.

Menurut pria yang juga Wakil Ketua DPRD Tuban itu, penetapan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur dan Syaikhona Kholil tidak menimbulkan perdebatan, karena jasa dan kiprah mereka telah diakui luas oleh bangsa Indonesia.

“Gus Dur juga dikenal sebagai bapak bangsa. Beliau berjuang untuk berbagai golongan, membawa nilai-nilai kemanusiaan dan pluralisme. Begitupun Syaikhona Kholil yang memiliki kiprah perjuangan panjang. Karena itu, penganugerahan ini sebagai pengingat bagi kita untuk meneruskan perjuangannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Miyadi juga mengingatkan akar historis PKB yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama yang lahir pada 23 Juli 1998.

Ia menekankan, sebagai partai politik yang didirikan oleh para kiai dan ulama NU, PKB memiliki kewajiban moral untuk terus berkhidmat kepada NU melalui jalur kebijakan dan perjuangan politik.

“PKB adalah anak kandung NU. Maka berkhidmat kepada NU adalah kewajiban partai ini. Cara kita berkhidmat adalah melalui perjuangan politik yang berpihak kepada umat dan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.

Acara yang berlangsung di lantai 2 kantor DPC PKB itu juga menjadi ajang tasyakuran untuk memperingati hari jadi Kabupaten Tuban ke-732.

Sementara itu, Ketua PCNU Tuban KH. Damanhuri yang hadir mengemukakan, anugerah pahlawan nasional bagi Syaikhona Muhammad Kholil dan Gus Dur menjadi bukti nyata kiprah besar Nahdlatul Ulama dalam perjalanan bangsa Indonesia, dari masa penjajahan hingga reformasi.

“Kita patut bersyukur dan meneladani perjuangan para beliau yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Mereka berjuang bukan hanya untuk NU, tapi untuk bangsa dan kemanusiaan,” ungkapnya.

Kyai Daman-sapaannya menyebut, dengan penambahan dua tokoh tersebut, kini jumlah pahlawan nasional yang berasal dari NU bertambah dari 14 menjadi 16 orang.

“Dari masa Syaikhona Muhammad Kholil, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Chasbullah, hingga KH. Abdurrahman Wahid, semua menunjukkan kesinambungan perjuangan. Mereka menjadi simbol bagaimana ulama ikut menjaga Indonesia dari zaman ke zaman,” tambahnya.

Tak berhenti disitu, Kyai Damanhuri juga menekankan pentingnya meneladani semangat perjuangan para tokoh tersebut dalam konteks kekinian, di mana tantangan umat dan bangsa semakin kompleks.

“Perjuangan mereka bukan sekadar di medan perang, tetapi dalam membangun akhlak, pendidikan, dan keadilan sosial. Nilai-nilai itu yang harus kita warisi,” jelasnya.

Bagi KH. Damanhuri, sinergi antara NU dan PKB menjadi penting untuk meneruskan cita-cita besar para ulama pendiri bangsa yakni menciptakan kemaslahatan umat dan menegakkan keadilan sosial.

Acara tasyakuran ini juga menjadi momentum refleksi bagi warga NU dan kader PKB Tuban, terutama setelah Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada ketiga tokoh tersebut pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 di Jakarta.(Ar)

Related Post