Mitra Binaan Pertamina EP Berhasil Kembanggkan Maggot di Toili

Tim Redaksi

03/06/2024

3
Min Read
Lokal hero
Tiga Lokal Hero binaan PT Pertamina EP saat memamaparkan programnya dalam kegiatan Media Gathering Pertamina EP di Bandung.(Foto:Tubannews.id)

On This Post

Tubannews.id – Melihat potensi pasar Maggot yang sangat menjanjikan di wilayahnya, Agung Dwi Pratama (29), seorang pemuda asal Desa Sentral Timur, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulteng bertekad untuk budidaya Maggot, Senin (3/6/2024).

Pria yang merupakan alumni Teknik Elektro Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Tadulako (Untad) kini sudah mampu membuat kelompok untuk budidaya Maggot yang sangat membantu bagi peternak ayam. Bahkan dengan pakan Maggot peternak ayam bisa menghemat biaya pakan hingga 50 persen.

Usaha untuk melakukan budidaya Maggot tersebut telah dilakukan oleh Agung sejak tahun 2018 lalu. Yang mana saat itu ia melihat bahwa para perternak ayam di daerahnya kesulitan untuk mendapatkan pakan ternak, kalaupun ada harganya juga sudah sangat mahal.

“Saat itu saya bekerja di salah satu perusahaan swasta dan di belakang kantor ada lahan kosong, waktu itu saya gunakan untuk ternak ayam. Tetapi waktu itu saya kesulitan untuk mendapatkan pakan, selain itu harganya juga mahal,” terang Agung Dwi Pratama, salah satu Lokal Hero binaan PT Pertamina EP Donggi Matindok Field Regional Indonesia Timur Subholding Upstream.

Dengan masalah yang dihadapinya, Agung kemudian mencari solusi untuk penggunaan pakan alternatif melalui media sosial dan juga mensin pencarian google. Sehingga kemudian muncul ide untuk melakukan budidaya Maggot yang sudah banyak dikembangkan untuk pakan ternak terutama ayam.

“Awalnya sempat ditentang oleh istri dan juga orang tua saya. Dengan pakan Maggot ini kita bisa menghemat biaya pakan sampai 50 persen,” ceritanya saat menjadi pembicara pada Media Gathering Pertamina EP di Bandung, Senin (3/6/2024).

Untuk proses melakukan budidaya Maggot yang kemudian digunakan pakan ternak, Agung memanfaatkan sampah-sampah organik yang ada di sekitar kampungnya. Maggot adalah larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia illucens.

Melihat potensi budidaya yang begitu besar, kemudian Agung berfikir untuk mengajak dan mengumpulkan para pemuda di desanya untuk dijadikan sebagai kelompok budidaya tersebut. Sehingga pada tahun 2021 ia membetuk kelompok dan membuat tempat produksi Maggot dengan menggunakan biaya iuaran dari kelompoknya.

Melihat potensi yang terus berkembang dan kondisi tempat produksinya sudah tidak layak, akhirnya Agung memberikan diri untuk membuat proposal guna pengembangan usaha tersebut. Termasuk salah satunya proposal itu dikirim ke PT Pertamina EP Donggi Matindok Field Regional Indonesia Timur Subholding Upstream.

“Setelah banyak proposal kami ajukan yang merespon Pertamina EP Donggi Matindok. Hingga kami dijadikan sebagai mitra binaan,” lanjutnya.

Melalui progam Bu Maggi saat ini produksi telur BSF Gen Toili menghasilkan 300 gram per hari. Artinya butuh 1 ton sampah perhari untuk menumbuhkan kembangkan moggot BSF yang menghasilkan biomassa 400-500kg Moggot per hari.

Program dari Kelompok BSF Gen Toili harapnya turut mendukung target pemerintah dalam pengurangan dan penanganan sampah organik dengan metode biokonversi Maggot,” pungkasnya.

Sementara itu, kehadiran PT Pertamina EP dalam menjalannya operasi tentunya selalu membawa dampak yang positif bagi warga masyarakat sekitar tempat wilayah kerjanya dari segi pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat dengan program CSRnya.

Senior Manager Regional 4 Indonesia Timur Fitri Erika mengatakan, bahwa pemberdayaan lewat CSR bertujuan untuk memberikan manfaat di wilayah operasi perusahaan lewat kemandirian ekonomi dan kemandirian energi.

“Kami perusahaan (Pertamina) terus mendorong kelompok-kelompok ini bisa merancang dan mandiri membuat progam bersama sehingga saling memberikan feedback perusahan dan warga sekitar,” Fitri Erika, Senior Manager Regional 4 Indonesia Timur.(Ar)

Related Post