Tubannews.id– Termin pertanyaan dan masukan yang dibuka oleh moderator pada dialog dan serap aspirasi bersama Fraksi PKB DPRD Tuban di kantor DPC PKB Tuban, Minggu (28/09/2025) langsung direspon positif masyarakat. Sejumlah masyarakat mengangkat tangan untuk menyampaikan aspirasi di hadapan 11 Anggota DPRD Tuban Fraksi PKB dan anggota DPRD Provinsi Jatim Fraksi PKB.
Bahkan saat dua orang usai menyampaikan aspirasi, sejumlah rakyat dari pelbagai organisasi kembali mengangkat tangan untuk segera curhat kepada wakil rakyat. Mereka tak sabar mengeluarkan unek-uneknya tentang kondisi di Kabupaten Tuban. Panggung ini kelewat istimewa. Keterbukaan DPC PKB Tuban dengan membuka dialog aspirasi masyarakat melalui fraksi PKB-bahkan disiarkan secara langsung via kanal youtub partai mendapat apresiasi dan empati rakyat. Aspiratif, masyarakat merespon positif.
Wadah dan ruang sudah terbuka lebar melalui kapal yang telah disiapkan partai berlambang bola dunia dengan sembilan bintang. Forum ini tak ada tedeng aling-aling untuk menyampaikan keluh-kesah atas kebijakan publik dan lainnya. Masyarakat yang tidak bisa hadir dan tidak sempat diundang bisa menyampaikan aspirasinya melalui komentar youtub maupun website resmi DPC PKB Tuban.
Melalui pantauan siaran yutub DPC PKB, dialog berjalan sukses itu dihadiri seluruh elemen masyarakat. Mulai organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan, organisasi perempuan, civitas akdemika, dan undangan lainnya.
Sejumlah problem dan pencapaian disampaikan rakyat tentang kinerja wakil rakyat serta kebijakan Pemerintah Kabupaten Tuban. Mulai apresiasi wakil rakyat dari PKB Tuban yang turut serta memperjuangkan guru di Kabupaten Tuban, hingga masalah PPPK dan lainnya. Masyarakat juga curhat tentang persoalan lainnya. Seperti kondisi pertambangan, perhatian pemerintah daerah terhadap perguruan tinggi di Kabupaten Tuban, masalah bantuan listrik, keterbukaan informasi publik, dana hibah, riset akademik, KIP dan juga sistem pelelangan, serta Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten Tuban.
Mukaffi Makki, Ketua MPC Pemuda Pancasila Tuban misalnya menyampaikan persoalan tambang ilegal di Tuban. Bahkan pihaknya juga curhat atas surat ke DPRD Tuban yang belum direspon. Mantan aggota DPRD Tuban ini mengapresiasi dan berpesan agar suara masyarakat selalu direspon untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap partai. ‘’Ketidakseriusan dalam menindaklanjuti akan menimbulkan kekecewaan dan hilangnya kepercayaan publik,’’ pesan Gus Kaffi, sapaan akrabnya yang kemudian dilanjutkan oleh curhatan Musa, dari Pemuda Pemuda Pancasila Tuban. Ketua PGRI Tuban Witono juga turut serta mengapresiasi dan menyampaikan sejumlah problem guru di Tuban.
Curhatan dan aspirasi masyarakat langsung dijawab oleh Fraksi PKB, mulai dari Ketua DPC PKB Tuban sekaligus Wakil Ketua DPRD Tuban M. Miyadi, dan juga dari masing-masing anggota Fraksi PKB yang berada di komisi DPRD Tuban.
Ketua Komisi II DPRD Tuban Fahmi Fikroni misalnya menegaskan telah menindaklanjuti surat yang masuk di komisinya. Selain itu juga persoalan tambang telah dilakukan upaya hearing. Bahkan tegas dia, dirinya sudah berulangkali menyampaikan agar tambang ilegal segera ditindaklanjuti dan ditutup.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Tuban Asep Nurhidayatullah juga menanggapi. Mulai beasiswa, riset dan juga persoalan PPPK di Kabupaten Tuban. ‘’Beasiswa (perda) masih dievaluasi provinsi. Mohon maaf karena belum diedarkan secara resmi, maka kita belum bisa berbicara banyak,’’jelasnya.
Terkait dengan riset, tentunya pihaknya telah mengusulkan dan mendorong Pemkab Tuban agar dibentuk Badan Riset Daerah (Brida). Namun Pemkab Tuban masih kukuh riset belum bisa bediri sendiri. Oleh karena itu, dirinya sudah menyampaikan agar Pemda Tuban menyediakan anggaran riset bagi kampus di Tuban demi kemajuan Tuban.
Sumartono, anggota Komisi III DPRD Tuban juga memberikan respon atas keluhan masyarakat terkait dengan bantuan pertanian pusat, provinsi dan daerah. Wakil rakyat dari Parengan ini juga menjawab persoalan sistem pelelangan.
Termin pertama usai, auiden yang hadir masih cukup antusias mengangkat tangan untuk menyampaikan asiprasi. Diskusi dan aspirasi masih berlanjut hingga selama kurang lebih hampir empat jam.
Ketua DPC PKB Tuban M. Miyadi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan apresiasi dari semua elemen masyarakat di Kabupaten Tuban terhadap kegiatan Dialog dan Serap Aspirasi Fraksi PKB DPRD Tuban ini.
Disampaikan Wakil Ketua DPRD Tuban ini, berdasarkan Putusan MK nomor 91 Tahun 2020, makna partispasi masyarakat adalah hak masyarakat untuk didengarkan poendapatanya, hak masyarakat untuk dipertimbangkan pendapatnya, dan hak masyarakat untuk mendapatkan penjelasan atas pendapat yang diberikan. Tentunya partai politik dan Fraksi sebagai kepanjangantangan partai bertugas memperjuangkan rakyat melalui legislatif bersama eksekutif sesuai dengan peraturan perundangg-undangan.
Saat ini, lanjut politisi kelahiran Bojonegoro ini, perkembangan zaman luar biasa. Digitalisasi merubah sikap perilaku kelompok, organisasi, hingga individu. ‘’Dengan perkembangan ini partai kami harus merubah sikap dan berperan aktif. Dengan demikian kami mengajak semuanya untuk memberikan masukan saran apa yang harus kami lakukan dengan pelbagai persoalan di Tuban. Mulai tenaga kerja, buruh, tambang, ekonomi. Dan selama seminggu ini, kami di DPRD Tuban tidak pernah sepi dari masyarakat yang mau hearing,’’ ungkapnya.
Tugas dan amanah yang amat berat ini tentu pihaknya tetap menjalakan tugas ini sesuai dengan kemampuan dan dijalankan secara maksimal agar tujuan tercapai dengan baik. Dan saat ini nota penjelasan APBD 2026 telah disampaikan Pemkab Tuban. Pihaknya telah memberikan tugas fraksi bergerak dimasing-masing komisi agar yang dituangkan APBD 2026 nantinya berpihak untuk rakyat dan masyarakat termasuk memperjuangkan nasib Honore R-4 yang belum jelas statusnya.
Oleh karena itu melalui kegiatan ini, pihaknya terbuka dan siap mendapatkan masukan, saran serta kritik untuk Tuban tetap adem ayem. Baik untuk daerah, provinsi maupun pusat.
‘’Saya mewakili fraksi PKB DPRD Tuban dan DPC PKB Tuban, yang diberi amanah oleh masyarakat Tuban yang saat ini belum mampu memperjuangan hak masyarakat secara optimial, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Dan manakala ada keberhasilan sedikit yang kami perjuangan itu merupakan tugas kami yang harus kami emban,’’tegasnya. (zak)







