Perayaan Imlek di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Meriah

Tim Redaksi

22/02/2026

2
Min Read
Perayaan Imlek
Tampak ribuan warga memadati sekitar area Klenteng Kwan Sing Bio Tuban untuk menyaksikan berbagai hiburan dalam rangka Tahun Baru Imlek 2577.(Foto:Tubannews.id)

On This Post

Tubannews.id – Ribuan warga masyarakat tampak berdatangan memadati area Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio yang berada di Jalan RE Martadinata, Kota Tuban, Minggu (22/2/2026).

Kedatangan warga tersebut untuk melihat berbagai hiburan yang disajikan oleh pihak pengurus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Dari pantauan di lapangan, berbagai hiburan tradisional ditampilkan untuk masyarakat, di antaranya barongsai, leang-leong, Reog Ponorogo, jaranan, tongklek, hingga senam sehat. Selain itu, panitia juga menyiapkan kupon doorprize gratis bagi pengunjung yang hadir.

Tak tanggung-tanggung, ratusan hadiah hiburan disediakan dalam undian tersebut, mulai dari sepeda listrik, kulkas, kipas angin, hingga kompor gas.

Menurut pengurus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Go Tjong Ping, kegiatan ini diselenggarakan karena beberapa tahun terakhir Klenteng Kwan Sing Bio Tuban sepi akibat tidak adanya kegiatan.

“Tujuan saya itu apa? Membangkitkan. Selama ini klenteng itu untuk sembahyang saja, sepi. Ini memberanikan orang datang ke klenteng,” ungkapnya.

Tjong Ping menyebut dengan diselenggarakannya kegiatan ini terbukti banyak pengunjung datang dari berbagai daerah seperti Surabaya dan Semarang. Bahkan, diperkirakan jumlah pengunjung tembus hingga puluhan ribuan orang.

Melihat ramainya pengunjung pada perayaan Imlek, ke depan pengurus juga berencana menggelar kegiatan serupa secara rutin dan mengangkat kesenian khas Kabupaten Tuban. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membangkitkan UMKM di Kabupaten Tuban.

“Jadi harapan saya nanti setiap bulan saya adakan acara khusus untuk kesenian kebudayaan Tuban. Ada tari-tarian anak-anak, ada sandur, ada reog. Untuk membangkitkan ini, nanti UMKM ada sekitar 70 kios,” sambung Tjong Ping.

Wacana lain yang akan di garapannya yaitu pada setiap bulan pada minggu pertama, rencananya pengurus akan mendatangkan kimsin atau patung-patung dewa yang dibawa ke klenteng dengan tandu yang disiapkan sekitar 10 hingga 20.

“Ke depan juga akan kita datangkan kimsin (Patung Dewa) dengan tandu 10-20,” ungkapnya.

Disinggung pemilihan seni tradisional dalam memeriahkan imlek, mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini menjelaskan, dipilihnya kesenian tradisional seperti reog karena dinilai dapat menyatukan masyarakat. Menurutnya, kesenian daerah tersebut juga dipercaya sebagai simbol tolak bala.

“Reog ini selain menyatukan masyarakat juga bisa sebagai tolak bala,” pungkasnya.(Ar)

Related Post