Tubannews.id – Sebuah kendaraan truk gandeng yang melaju di Jalur Pantura Tuban tepatnya di Desa Bulumeduro, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban mengalami kecelakaan dengan mobil L300, Senin (17/2/2024) pagi.
Akibat dari kejadian kecelakaan di jalur nasional tersebut membuat dua orang korban meninggal dunia dan satu korban luka berat. Diduga pengemudi truk gandeng ngantuk dan membuat kendaraannya oleng di jalur tersebut.
Dari informasi yang dihimpun Tubannews.id, peristiwa kecelakaan maut di jalur nasional Tuban-Semarang itu berawal saat truk gandeng dengan nomor polisi (Nopol) S 9474 UZ berjalan dari arah barat
Truk gandeng tersebut dikemudikan oleh Suparli (45), asal Jalan Kapten Tendean, Kelurahan Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Saat itu truk berpenumpang Makhrus.
“Awalnya truk gandeng berjalan dari barat ke timur. Kemudian saat di TKP diduga pengemudi ngantuk dan tidak mampun mengendalikan kemudinya,” terang IPTU Eko Sulistyono, Kanit Gakum Sat Lantas Polres Tuban.
Pada saat Suparli mengantuk, kendaraan tersebut melaju dengan masuk jalur kanan. Sehingga kemudian mengalami kecelakaan dengan kendaraan Mitsubisi L300 dengan Nopol S 9352 HC yang saat itu berjalan dari timur ke barat.
“Karena jarak yang sudah dekat, kecelakaan dua kendaraan tidak dapat terhindarkan.
Kendaraan L300 itu dikemudikan oleh Winarto (50), warga Desa Latsari, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Sedangkan mobil berpenumpang Ramdoh (87) dan Sriyati (47), keduanya warga Desa Bulumeduro, Kecamatan Bancar, Tuban.
Dalam kejadian itu, Winarto sopir L300 dan Ramdoh penumpang mobil tersebut meninggal dunia lantaran sempat terjepit di dalam kabin yang ringsek. Sedangkan Sriyati mengalami luka parah dan mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Kita telah melakukan olah TKP dan mencari keterangan para saksi guna proses penyelidikan lebih lanjut. Sopir dan barang bukti sudah kita amankan,” pungkasnya.(Ar)







