Tubannews.id- Persatu Tuban sebuah klub sepakbola ternama di Indonesia. Laskar Ronggolawe, julukan Persatu Tuban. Tim kebanggaan wong Tuban ini memiliki sejarah panjang.
Bahkan informasi yang beredar, usianya sudah cukup tua. Salah satu informasi tersebut nama Persatu Tuban sudah muncul pada 1960-an. Bersama sejumlah klub Jawa Timur lainnya, nama Persatu tercatat dalam dokumen. Seperti Persebaja Surabaya dan ISELA (Ikatan Sepak Bola Lamongan) atau yang kini dikenal Persela Lamongan.
Tim sudah tua nampaknta layak dibenakkan Persatu Tuban. Data yang dihimpun wartawan, Persatu Tuban sudah lahir bertahun-tahun silam dan berlatih di Lapangan Kelurahan Kebonsari Tuban yang kini digunakan sebagai Parkir Terminal Wisata Kebonsari. ‘’Ini salah satu kostum saat latihan di lapangan Kebonsari,’’ ujar salah satu sumber mantan pemain Persatu Tuban era 70an.
Foto tersebut berseragam merah, belum tertulis logo Persatu Tuban. Selama ini jersey Persatu Tuban sendiri kerap berganti. Ada yang seragam biru, merah, hijau dan terkini kuning.
Persatu Tuban pernah berjaya pada Tahun 2014. Tampil menawan fase grup Divisi I membawa Persatu Tuban mendapatkan tiket mengikuti Liga Nusantara 2014. Hasilnya, Persatu Tuban juara Liga Nusantara 2014 usai menang tipis 2-1 atas Laga FC pada final di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (14/12/2014) malam.
Catatan prestasi turut mengantarkan Persatu Tuban naik kasta ke Divisi Utama (Liga 2, red). Sejarah untuk kali pertama Persatu masuk jajaran tim profesional. Sejumlah tokoh sepak bola Tuban pun bergerak membuat badan hukum sebagai syarat utama mengikuti kompetisi nomor dua Indonesia. Mereka adalah para politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tuban. Yakni, Nashruddin Ali (Wakil Ketua DPC PKB Tuban) ; M. Miyadi (Ketua DPRD Tuban-Ketua DPC PKB) ; Fahmi Fikroni (Ketua Komisi I DPRD Tuban-Fraksi PKB) dan Ratna Juwita Sari (Anggota DPR RI Fraksi PKB).
Keempat tokoh ini dipastikan memiliki kiprah yang cukup banyak terhadap kemajuan Persatu Tuban mulai dekade 2011-2012 hingga Persatu Tuban bisa merasakan atmosfer kompetisi Liga 2 Indonesia, meski hanya numpang lewat.
Data yang dihimpun tubannews.id, tepat pada 23 September 2015 berdirilah PT. Persatu Putra Tuban melalui akta notaris nomor 13. Dengan Notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah Miqdarruridho, SH, beralamatkan di Jalan Raya Semarang 680 Tuban. Sedangkan pengesahan Pendirian Badan Hukum Perseroan Terbatas PT Persatu Putra Tuban tercatat dalam Keputusan Menkumham RI nomor AHU-2458764.AH.01.01.TAHUN 2015, tertanggal 1 Oktober 2015.
Berdasarkan Akta Notaris tersebut, pada Pasal 4 tentang Modal
1. Modal Dasar Perseroan Terbatas Rp 200 juta, terbagi 200 saham, masing-masing saham bernilai Rp 1 juta
2. Dari modal tersebut telah ditempatkan dan disetor 50 persen atau sejumlah 100 saham dengan nilai nominal Rp 100 juta oleh para pendiri yang telah mengambil bagian saham.
Dari bunyi pasal itu, saham yang terisi baru 50 persen. Artinya masih ada 50 persen nominal saham belum terisi.
Kini usia PT Persatu Tuban sudah memasuki 9 tahun. Selama kurun waktu ini selain urusan sepak bola, apakah ada hal baru yang digawangi oleh PT Persatu Putra Tuban. Beragam muncul pertanyaan dari sejumlah khalayak utamanya pecinta bola. Salah satunya tetang nasib Persatu Tuban.
Mulai bolehkah sahamnya diambilalih, pernahkan digelar RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) membahas nasib Persatu Tuban, siapa yang berhak turut tanam saham?
Wartawan tubannews.id berusaha melakukan konfirmasi kepada empat pemenang saham. Yakni Ratna Juwita Sari, Fahmi Fikroni, Nashurddin Ali dan M. Miyadi.
Berikut konfirmasinya :
Assalamualaikum. Ngapunten konfirmasi via WA Bapak/Ibu Direksi dan Komisaris PT Persatu Putra Tuban. Ngapunten Dalam akta notaris tertanggal 23 September 2015.
1. Apakah setiap tahun digelar RUPS tahunan?
2. Apakah pernah digelar RUPS Luar Biasa 5 tahun sekali?
3. Jika pernah keduanya, tanggal, bulan tahun berapa? dan membahas perihal apa?
4. Bagaimana langkah untuk mengarungi kompetisi Liga 3 tahun berikutnya?
5. Dalam akta notaris PT Persatu Putra Tuban, terkait Modal Dasar Perseroan Rp 200 juta, terbagi atas 200 saham, masing-masing senilai Rp 1 juta. Dari modal dasar itu baru disetor 100 saham senilai Rp 100 juta (50 persen) ;
a. Bagaimana dengan 50 persen saham lainnya yang belum?
b. Apakah ada peluang bagi masyarakat atau mungkin Askab PSSI, suporter turut tanam saham di 50 persen?Atau ada opsi Persatu akan diserahkan ke Askab PSSI Tuban?
c. Atau ada opsi lainnya?
M. Miyadi ketika dikonfirmasi hanya menjawab simpel. ‘’Ke Mas Roni (Fahmi Fikroni) saja yang faham,’’ jawab Ketua DPRD Tuban ini singkat.
Nashruddin Ali, saat dikirim pertanyaan yang sama juga enggan memberikan tanggapan. Adik kandung Fathul Huda Bupati Tuban 2011-2021 ini hanya menjawab salam dan menyampaikan ucapan selama idul fitri. Begitu juga dengan Fahmi Fikroni hanya memberikan jawaban salam. Sementara itu, Ratna Juwi Sari, tak merespon konfirmasi wartawan tubannews.id. (zak)







