Sopir Rokok asal Kudus Meninggal di Kos Tuban, Ini Dugaan Penyebabnya

Tim Redaksi

27/05/2025

2
Min Read
Petugas Inafis
Petugas kepolisian Polsek Semanding bersama tim Inafis Polres Tuban saat akan melakukan olah TKP di Kos tempat sopir rokok meninggal dunia.(foto:Tubannews.id)

On This Post

Tubannews.id – Sejumlah orang yang sedang berada di tempat kos di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban dikagetkan dengan adanya seorang penghuni kos yang diketahui sudah tidak bernyawa, Selasa (27/5/2025).

Pria yang diketahui meninggal dunia di kos tersebut diketahui bernama Sucipto (56), warga Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Korban adalah salah satu sopir rokok asal Kudus yang tinggal di kos tersebut.

Dari informasi yang dihimpun Tubannews.id di lapangan, sopir mobil box yang digunakan untuk pengiriman rokok itu diketahui sudah tidak bernyawa sekitar pukul 06.00 Wib.

Korban masuk ke tempat korban tersebut pada hari Senin (26/5/2025) sekitar pukul 15.00 Wib. Saat itu korban satu kamar berdua dengan temannya yakni Sales Roko Mlindjo itu yang bernama Suwalik (60) yang juga berasal dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

“Korban masuk bersama temannya sekitar pukul 15.00 Wib kemarin. Menurut saksi sekitar pukul 21.00 Wib tadi malam korban sudah mengeluh sakit kepala dan juga badannya sakit semua,” terang AKP Lukman, Kapolsek Semanding, Polres Tuban.

Namun, karena korban sudah biasa mengeluh sakit sehingga temannya tidak menyangka jika sakitnya korban semakin parah. Salah satu rekan kerja korban juga sempat berniat untuk mengantarkan korban pulang dengan menggunakan mobil pribadi.

“Pada sekitar pukul 06.00 Wib tadi pagi, para saksi masuk ke kamar korban. Saat dilakukan pengecekan korban sudah tidak bergerak dan meninggal dunia,” sambungnya.

Sementara itu, petugas kepolisian dari Polsek Semanding dan juga Inafis Sat Reskrim Polres Tuban juga telah melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap korban. Dari kamar korban ditemukan obat nyeri dan juga paracetamol yang biasa dikonsumsi oleh korban.

“Menurut hasil pemeriksaan dari tim medis di tubuh korban tidak di temukan tanda-tanda kekerasan. Dengan kejadian itu pihak keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan tidak menuntut kepada siapapun dan keluarga tidak menghendaki korba di lakukan outupsi,” tegasnya.(Ar)

Related Post