Tubannews.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) salah satu organisasi aktivis yang cukup besar di Indonesia. Organisasi itu menjadi salah satu wadah para mahasiswa saat mengenyam bangku kuliah.
Mereka digembleng, dididik agar semakin matang dari segala aspek untuk terjun di masyarakat dan tentunya untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Kini usia HMI telah menggapai 77 tahun. Tepat pada 5 Februari 2024 Milad ke-77.
Organisasi ini berkembang dan tersebar di Indonesia. Salah satunya Kabupaten Tuban.
Sekretaris Umum Presidium MD KAHMI Tuban M. Abdul Rohman menjelaskan embrio HMI di Tuban sudah mulai terlihat pada pertengahan tahun 2005. Lalu, muncul komisariat pertama adalah Komisariat Ronggolawe HMI Tuban. Saat itu, masih ikut cabang HMI Kabupaten Bojonegoro.
Seiring berjalannya waktu, kader HMI Tuban terus berkembang menjadi dua komisariat yakni komisariat Lokajaya, dan Wilwatikta. Sehingga, di Tuban ada tiga komisariat yakni Komisariat Ronggolawe, Lokajaya, dan Wilwatikta.
“Dinamika itu terus berkembang lagi, yak akhirnya HMI Cabang Tuban juga mendirikan 3 komisariat yang ada di Kabupaten Lamongan. Sekarang, Lamongan sudah berdiri sendiri dengan HMI Cabang Lamongan,” jelas Rohman, saat dikonfirmasi tubannews.id, via WhatsApp, Senin (5/4/2024) malam.
Disampaikan alumnus sarjana Unirow Tuban ini, di tahun 2010 merupakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-I Majelis Daerah KAHMI Tuban.
Sekarang ini sudah Musda ke-III, yang dilaksanakan pada 23 Mei 2021. Hasil Musda III itu menetapkan 5 Presidium MD KAHMI Tuban. Mereka adalah Akhmad Arief Wibowo, Nurhadi, Bagus Wijanarto, Suhadi, dan Nang Engki Anom S. Lalu, Koordinator Presidium MD KAHMI Tuban dijabat Bagus Wijanarto yang merupakan alumni ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) Surabaya.
Sedangkan amanah Sekretaris Umum (Sekum) dipegang M. Abdul Rohman, dan Bendahara Umum (Bendum), Khusni Mubarok.
Setelah itu, Kepengurus Majelis Daerah (MD) Korps Alumni HMI (Kahmi) dan FORHATI Tuban periode tahun 2022-2027 resmi dilantik oleh Majelis Wilayah (MW) KAHMI Jawa Timur, di Pendopo Krido Manunggal, Tuban, pada Kamis (28/4/2022).
Pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus MD KAHMI Tuban dibacakan oleh Sekretaris Umum (Sekum) MW KAHMI Jatim, Akhsanul Yakin Rifat, dan prosesi pelantikan dipimpin oleh Anggota Presidium MW KAHMI Jatim, Bawon Adi Yitoni.
Berjalan waktu, untuk tahun 2024 ini koordinator presidium MD KAHMI Tuban berganti ke Arief Wibowo.
” Merintis awal baru sekitar 5 kader Tuban. Dan sekarang hasil inventarisasi data alumni atau anggota MD KAHMI Tuban tercatat 257 orang yang terdiri 201 laki-laki, dan 56 perempuan. Data ini tercatat awal bulan Januari 2022,” tutur Rohman.
Ditambahkan Bendahara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tuban ini, Anggota KAHMI Tuban ini memiliki latarbelakang atau profesi yang beragam. Mulai dari anggota dewan, jurnalis, partai politik, penyelengara pemilu, advokat, kades, ASN, Dosen, Dokter, Kontraktor, guru atau pengajar, dan profesi lainya.
Tentunya menghadapi Pemilu 2024, sikap organisasi HMI ini independen. Hal ini sesuai perintah konstitusi di Anggaran Dasar HMI Pasal 5 menegaskan bahwa HMI bersifat independen.
Sifat independensi HMI dalam konteks tahun politik adalah tidak memihak kepada salah satu pasangan calon tertentu atau pun partai tertentu.
Karena salah satu peran HMI dalam Pemilu 2024 adalah untuk menyukseskan pesta demokrasi.
Tujuannya, agar Pemilu dapat berjalan dengan lancar, aman, damai, jujur dan adil, serta bermartabat.
Begitu pula dengan KAHMI Tuban, artinya secara organisasi atau kelembagaan tidak ada kandidat yang didukung khusus.
Kelembagaan ini tidak bisa memberikan dukungan terhadap kandidat tertentu karena memang kader atau anggota KAHMI berada di berbagai partai politik di Indonesia yang menjadi peserta Pemilu 2024.
Postur kader KAHMI Tuban beragam, karena itu secara lembaga dilarang mendukung personal dari partai politik atau personal dari calon Presiden di Pemilu 2024 ini. Namun, kalau secara pribadi-pribadi kader dipersilahkan mendukung kandidat yang dijagokan baik itu untuk mendukung Anies, Baswedan, Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.
Secara individu, maka kader silahkan bergerak kemana yang diinginkan, KAHMI tidak membatasinya. Meskipun secara pribadi kader ini punya sikap politik masing-masing, tetapi tidak boleh terjadi perpecahan di organisasi dan harus semakin solid untuk mengawal suksesnya pesta demokrasi tahun ini.
“Lalu kita sebagai organisasi KAHMI Tuban ini memainkan perannya sebagai pendingin, vitamin, dan perekat persatuan di tengah perbedaan sikap politik. Karena apa, KAHMI atau HMI ini adalah anak kandung Republik Indonesia yang akan terus membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Termasuk, KAHMI Tuban ini selalu mengedepankan sikap kebangsaan untuk merawat konstitusi,” tegasnya.
Disisi lain untuk Kabupaten Tuban, KAHMI Tuban mendorong pemangku kebijakan agar memaksimalkan segala potensi yang ada di Kabupaten Tuban ini untuk dikelola dengan baik untuk kemajuan dan kesejahteraan semua masyarakat. (zak)







