Kunjungi UPT Rehabilitasi di Tuban, PJ Gubernur Jatim Ikut Membatik

Tim Redaksi

22/10/2024

2
Min Read
Pj Gubernur Jatim
Moment saat Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono saat mengunjungi UPT Rehabilitasi Sosial Bina Grahita yang ada di jalan Teuku Umar Kota Tuban.(foto:Tubannews.id)

On This Post

Tubannews.id – Pejabat (PJ) Gubernur Jawa Timur melakukan kunjungan kerja dengan mengecek pelayanan di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (RSBG) yang berada di jalan Teuku Umar, Kelurahan Latsari, Kota Tuban, Selasa (23/10/2024).

Dalam kunjungan itu, PJ Gubernur Jatim Adhy Karyono menyatakan bahwa kunjungan di tempat rehabilitasi sosial tersebut untuk memastikan bahwa pelayanan berjalan maksimal.

Kedatangan PJ Gubernur Jatim di RSBG Tuban tersebut langsung disambut tarian dari para Penerima Manfaat (PM) berkebutuhan khusus yang ada di tempat itu. Selanjutnya PJ menyerahkan bantuan sosial kepada para PKH serta tali asih kepada pedamping PKH, TKSK serta Tagana.

Semua pilar-pilar sosial ini adalah bagian penting penggerak untuk kegiatan-kegiatan kesejahteraan sosial. Ini kita bangun semua sistem dengan personelnya untuk bagaimana meningkatkan kesejahteraan sosial, khususnya mereka yang miskin dan yang tertinggal,” terang Adhy Karyono, Pj Gubernur Jatim.

Dalam kesempatan itu, Pj Gubernur Jatim juga menyempatkan untuk menyapa dan berdialog bersama para warga berkebutuhan khusus penerima manfaat UPT RSBG Tuban. Selain itu ia juga ikut membatik Ecoprint.

“Ini bagian dari pelayanan publik dari Dinas Sosial Pemprov Jatim untuk mereka-mereka yang berkebutuhan khusus, terpinggirkan, ini menjadi rumah mereka,” terang Adhy Karyono kepada wartawan.

Adhy Karyono mengungkapkan bahwa penyandang disabilitas di RSBG Tuban termasuk dalam kategori yang berat. Para penghuni RSBG ini diajarkan berbagai keterampilan seperti membuat batik eco print, membuat keset, sapu, dan batako.

“Mereka memiliki kebutuhan khusus yang berat, tetapi di sini mereka bisa hidup, tinggal, dan lebih dari itu, mereka bisa memperoleh pengetahuan dan keterampilan,” sambungnya.

Dengan diberikan keterampilan ini dinilai bermanfaat, karena selain memberikan kesibukan, juga menghasilkan karya yang bernilai.

“Saat ini ada sekitar 60 orang yang tinggal di sini. Ini adalah bagian dari pelayanan publik yang diberikan oleh Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mereka yang berkebutuhan khusus,” pungkasnya.(Ar)

Related Post