Dua Rumah, Toko dan POM Mini di Tuban Ludes Terbakar

Tim Redaksi

27/08/2024

2
Min Read

On This Post

Tubannews.id – Sejumlah warga yang tinggal di kawasan Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban digegerkan dengan adanya kebakaran hebat yang terjadi di salah satu rumah warga desa setempat, Senin (26/8/2024).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran yang menghanguskan bangunan rumah dan toko serta kios Pom Mini yang berjualan Bahan Bakar Minyak (BBM). Diduga kebakaran yang mengakibatkan kerugian ratusan juta itu diduga akibat dari korsleting listrik dari dalam rumah korban.

Dari data yang dihimpun Tubannews.id, dua rumah yang terbakar itu masing-masing adalah milik Kartono (65) dan Pasiyak (38). Adapun untuk toko dan Pom Mini merupakan milik Kartono yang merupakan warga Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, Tuban itu.

Kejadian kebakaran yang menimpa rumah dan juga Pom Mini milik Kartono itu berawal saat korban sedang tidak berada di rumah. Yang mana saat itu korban bersama dengan keluarganya sedang Takziah di rumah neneknya yang jauh dari rumah korban itu.

Pada saat rumah dalam keadaan kosong, salah satu warga yang merupakan tetangga korban mengetahui jika bagian belakang rumah korban itu terdapat kobaran api dan asap. Sehingga saksi langsung berusaha masuk ke dalam rumah korban yang terbakar dengan cara mendobrak pintu.

“Setelah pintu berhasil didobrak saksi RAGUM melihat api berasal dari seperangkat alat isi ulang air dan kemudian menjalar ke atas. Dimana rumah tersebut merupakan toko yang juga menjual bahan bakar minyak,” terang IPTU Kastur, Kapolsek Kerek, Polres Tuban.

Mengetahui api yang sudah semakin membesar lantaran membakar bahan bakar minyak, saksi langsung berteriak meminta tolong pada warga sekitar untuk memadamkan api. Warga yang berdatangan terlebih dahulu menyelamatkan barang-barang yang masih belum terbakar.

“Warga kemudian membantu memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun warga juga kewalahan karena api semakin membesar hingga membakar toko bagian depan dan menjalar ke rumah warga lainnya,” sambungnya.

Sementara itu mengetahui api semakin membesar warga kemudian meminta bantuan damkar untuk memadamkan api. Beberapa unit Damkar dari Pemkab Tuban dan juga SIG dikerahkan ke lokasi dan api bisa dipadamkan sekitar 1 jam kemudian.

“Adapun sebab kejadian itu diduga api berasal dari konsleting arus listrik yang berasal dari seperangkat alat isi ulang air. Tidak ditemukan korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai lima ratus juta lebih,” pungkasnya.(Ar)

Related Post