Tubannews.id – Peristiwa kecelakaan maut terjadi jalur antar kabupaten tepatnya di jalan raya Tuban-Bojonegor, Desa Banjaragung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban pada Jumat (28/8/2026) petang.
Peristiwa tragis itu melibatkan mobil pick up tanpa muatan dengan sepeda motor yang dikendarai seorang guru bersama istrinya. Akibat kejadian itu satu korban meninggal dunia di TKP dan dua korban luka parah.
Dari data yang dihimpun Tubannews.id, peritiwa kecelakaan maut di jalan provinsi itu berawal saat sebuah kendaraan pick up carry dengan nomor polisi L 8076 BW berjalan dari timur.
Mobil bak terbuka warna putih tersebut dikemudikan oleh Nur Wahyu Hidayat (26), warga Lingkungan Wire, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban. Diduga saat itu mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.
“Pada saat sampai di TKP mobil Pick Up dengan Nopol L8076 BW berusaha mendahului kendaraan yang ada di depannya dengan menggunakan lajur kanan,” terang IPDA Rizky Dwi Prasetyo, Kanit Gakkum Sat Lantas Polresta Tuban.
Namun ketika mobil itu menyalip, dari arah berlawanan terhadap sepeda motor Honda Scoopy dengan nopol S 5176 EZ. Motor itu dikendarai oleh Krisna Eka Saputra (48), seorang guru SMA berboncengan istrinya yakni Setiawati (49), warga Perum Gedongombo, Semanding, Tuban.
Karena jarak sudah dekat membuat kecelakaan tidak dapat terhindarkan. Sepeda motor tersebut terseret hingga beberapa meter dan mobil Pick Up tergelincir oleng hingga terguling di sampai di depan halaman rumah warga.
“Pada saat mendahului kendaraan lain itu diduga pandangan dari pengemudi mobil kurang bebas. Akibat dari kejadian itu satu korban meninggal di TKP. Untuk penumpang sepeda motor dan pengemudi mobil mengalami luka berat,” sambungnya.
Petugas kepolisian dari jajaran Polsek Rengel Polresta Tuban yang mendapatkan laporan langsung melakukan evakuasi pada korban untuk dibawa ke rumah sakit.
Sedangkan petugas Unit Gakkum Sat Lantas Polresta Tuban juga telah melakukan olah TKP guna memastikan penyebab dari kecelakaan maut itu.(Ar)









