Kandang Milik Kelompok Tani di Tuban Kebakaran, Ini Sebabnya

Tim Redaksi

19/07/2023

2
Min Read
kebakaran
Petugas PMK Tuban bersama Polisi saat memadamkan api yang membakar kandang bekas ternak milik kelompok tani di Kenduruan, Tuban.(foto: Tubannews.id)

On This Post

Tubannews.id – Bangunan kandang bekas ternak milik Kelompok Tani yang ada di Desa Sidomukti, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban mengalami kebakaran hebat, Rabu (19/7/2023) siang.

Bangunan bekas kandang  sapi tersebut yang sebagian besar terbuat dari kayu nyaris ludes terbakar. Sejumlah warga sempat panik lantaran kandang berisikan jerami dan kelobot yang kering.

Dari informasi yang dimpun Tubannews.id, kebakaran kadang milik Kelpompok Tani Sumber Makmur tersebut pertama kali diketahui oleh Supriyono yang merupakan ketua dari kelompok tani itu.

Yang mana pada saat saksi berada di teras rumah dan tak jauh dari kandang tersebut mengetahui ada api yang muncul dan mulai membakar kandang tersebut.

Pada saat mengetahui kebakaran tersebut, Ketua Poktan langusng berusaha melakukan pemadaman dengan menggunakan peralatan seadanya serta meminta tolong pada warag sekitar.

Selain itu, saksi juga melaporakan kejadian kadang yang berisikan tumpukan jerani tersebut kepada Polsek Kenduruan yang meminta tolong untuk meminta bantuan dari pemadam kebakaran.

“Kita yang mendapatkan laporan langsung menghubungi petugas PMK Kantor Jatirogo untuk melakukan padaman,” terang IPTU Agus Tri Wahyudi, Kapolsek Jatirogo, Polres TUban.

Api yang membakar bekas kadang sapi milik kelompok tani tersebut dengan cepat membesar lantaran banyak tunpukan jerami dan klobot atau kulit jagung.

Tiupan angin dan cuaca panas membuat hampir dari separo kadang yang berukuran 10 meter X 25 meter tersebut sudah hangus terbakar.

“Setelah tim pemadam kebakaran tiba di lokasi api bisa dipadamkan sekitar tiga jam kemudian. Petugas juga melakukan pembasahan untuk memastikan bahwa api sudah benar-benar padam,” sambungnya.

Sementara itu, dari hasil penyelikan diketahui bahwa penyebab dari kebakaran tersebut karena adanya pemkabaran kelobot jagung di sekitar kadang itu. Kemudian api menjalar dan membakar kadang itu.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Adapun untuk kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta,” pungkasnya.(Ar)

 

Related Post