Tubannews.id – Sudah menjadi agenda rutinan setiap tahun, Ribuan jamaah dari Pondok Pesantren Wali Songo Kabupaten Situbondo melakukan ziarah ke Makam para wali termasuk Sunan Bonang dan Asmoroqondi yang ada adi Kabupaten Tuban, Jumat (30/1/2026).
Tak tanggung-tanggung, rombongan peziarah dari Ponpes Wali Songo Situbondo tersebut datang dengan menggunakan sebanyak 152 Bus besar dan belasan mobil pribadi. Sedikitnya terdapat 8.400 orang jamaah yang ikut dalam ziarah tersebut.
Dari pantauan Tubannews.id di lapangan, kedatangan 152 bus peziarah yang secara bersamaan itu membuat Parkir Wisata Kebonsari Tuban full. Sejumlah kendaraan bus harus diparkir di jalan sekitar jalan Gajah Mada Kota Tuban.
“Pada hari ini terdapat kunjungan peziarah dari Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo menuju Makam Sunan Bonang. Jumlah kendaraan yang masuk terdiri dari sekitar 152 bus besar dan sekitar 10 kendaraan kecil,” terang IPDA Rizky Dwi, Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Tuban.
Rombongan diketahui sudah tiba di Kabupaten Tuban sejak Kamis (29/1) malam di kawasan Makam Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi, Kecamatan Palang, mulai pukul 23.00 WIB hingga 01.00 WIB melalui jalur Gresik.
Selanjutnya pada pukul 08.30 Wib, rombongan peziarah yang berjumlah ribuan orang tersebut diberangkatkan dari Makam Asmoroqondi menuju kawasan Makam Sunan Bonang.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Satlantas Polres Tuban bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) melakukan rekayasa lalu lintas serta pengecekan titik-titik parkir sejak malam hari.
“Kami menerjunkan sekitar 20 personel untuk mengatur arus kendaraan dan memastikan mobilitas peziarah tetap lancar tanpa menimbulkan kemacetan panjang,” sambungnya.
Menurutnya, kapasitas parkir di dalam Terminal Wisata Kebonsari hanya mampu menampung sekitar 90 bus besar. Karena jumlah bus yang datang melebihi kapasitas, sisa kendaraan diarahkan untuk parkir di sejumlah titik tambahan, seperti di sisi kanan dan kiri Jalan Gajah Mada.
Kondisi itu membuat petugas menutup sementara akses dari Karangwaru menuju Kapur dan hanya dibuka satu arah dari perempatan Kapur menuju Karangwaru
“Sebagian sisi kanan dan kiri Jalan Gajah Mada digunakan untuk parkir bus besar, sehingga arus lalu lintas hanya dibuka satu arah dari perempatan Kapur menuju Karangwaru melalui jalur tengah jalan,” bebernya.
Sementara itu, Kepala DLHP Kabupaten Tuban, Anton Tri Laksono, mengapresiasi kolaborasi lintas instansi dalam pengaturan lalu lintas ini. Dengan adanya sinergi tersebut, turut memberi kenyamanan kepada peziarah serta masyarakat pengguna jalan lainnya.
“DLHP Tuban berterima kasih atas kolaborasi bersama instansi terkait khususnya Satlantas Polres Tuban untuk pelaksanaan rekayasa lalu lintas,” ungkap Anton.
Setelah dari Tuban, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ziarah ke Makam Sunan Muria dan Sunan Kudus di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Rombongan bus diberangkatkan secara bertahap untuk menghindari kepadatan arus di jalur Pantura Tuban.(Ar)









